Ekstraksi Kopi – Seberapa banyak kamu mengetahui ekstraksi pada kopi? Tahukah kamu, setiap kamu menyeduh kopi ada sebuah proses ekstraksi yang terjadi. Pada dasarnya jika kopi bertemu dengan air, maka air tersebut dapat mengambil aroma, rasa dan zat-zat lain dari kopi yang tentunya bisa kamu nikmati dalam sebuah cangkir kopi.

Dengan kata lain, minuman yang berada di dalam cangkirmu tersebut telah melewati ekstraksi biji kopi. Tetapi, dalam menyeduh kopi ada beberapa parameter yang harus kamu control supaya kamu bisa mendapatkan ekstraksi yang ideal. Apabila kamu merasa kopinya tidak ideal, ada dua kemungkinan yang terjadi.

  1. Under-extraction, istilah yang digunakan untuk menjelaskan bahwa sari-sari kopi terlalu sedikit yang bisa diekstraksi.
  2. Over-extraction, terjadi karena terlalu banyak sari kopi yang terekstrak termasuk diantaranya beberapa komponen yang menjadikan kopimu menjadi lebih pahit dan terasa tidak enak.

Apa sih yang kamu cari dari secangkir kopi? Tentunya kenikmatan kopi yang mampu menemanimu bukan?

3 Hal yang Harus Diperhatikan Untuk Mencapai Ekstraksi

Dalam membuat kopi, tentunya tujuan yang perlu diperhatikan adalah mencari sebuah keseimbangan, dimana kopi yang kamu buat tidak mengalami under-extraction maupun over-extraction. Untuk mencapai ekstraksi yang ideal ketika menyeduh kopi di rumah, paling tidak kamu mesti memperhatikan tiga hal di bawah ini:

  1. Grind size (tingkat kehalusan gilingan bubuk)
  2. Rasio kopi dan air
  3. Temperatur air

Untuk mengetahui kopimu ideal atau tidak, indera perasa kamu sangat dibutuhkan. Sebetulnya mudah kok membedakan kopi yang kamu buat mengalami under atau over itu bagaimana.

Jika kopinya terasa pahit dan mulut seperti kering setelah meminumnya, itu artinya kopi tersebut mengalami over-extraction. Sebaliknya, jika kopinya terlalu asem dan kecut, kurang ada elemen manisnya, dan rasanya cepat hilang di mulut, kopi tersebut mengalami under-extraction.

Idealnya, kopi harus memiliki rasa yang manis seperti buah yang ranum, keasaman yang membuat rasanya menjadi kompleks, serta sentuhan rasa-rasa tertentu yang dapat kamu temukan.

Pernah minum kopi yang rasanya terngiang-ngiang? Nah jadi seperti itulah salah satu kopi yang telah melalui proses ekstraksi yang ideal.

Parameter Proses Penyeduhan Kopi

Tentunya ada beberapa parameter dari proses penyeduhan kopi yang perlu kamu perhatikan untuk mendapatkan ekstraksi kopi yang ideal. Berikut adalah parameter dalam proses penyeduhan kopi.

1. Grind Size

Ekstraksi Kopi Melalui Grind Size Coffee
Ekstraksi Kopi Melalui Grind Size Coffee

Perlu kamu ketahui, biji kopi menyimpan banyak rasa yang terkunci di dalamnya. Pertama, kamu harus tahu dulu kenapa kita harus mengubah kehalusan biji kopi yang kita gunakan. Biji kopi menyimpan banyak rasa yang terkunci di dalamnya. Dengan mempertemukan kopi dengan air, air akan mengekstrak rasa dari kopi tersebut.

Jadi logikanya seperti ini, bisa aja kopi yang masih berbentuk biji ditenggelamkan dalam air mendidih untuk mengekstraksi rasanya. Tapi dengan kopi yang masih berbentuk seperti itu, air akan sulit untuk mempenetrasi ke dalam dan mengeluarkan rasa-rasa ideal kopi yang terkunci di dalamnya (atau bahkan setelah berjam-jam menunggu, hanya sedikit komponen yang terekstrak). Makanya, kita “membuka” biji kopi tersebut dengan menggilingnya.

Semakin halus kamu menggilingnya, kamu akan mendapatkan jumlah partikel yang lebih banyak.  Dan sebaliknya, semakin kasar kamu menggiling, semakin sedikit jumlah partikelnya. Jumlah partikel di sini menentukan “tingkat kesulitan” air untuk melakukan ekstraksi. Dengan kopi yang sangat halus (jumlah partikel yang lebih banyak), mudah untuk air mengeluarkan rasa-rasa nikmat dalam kopi. Artinya dengan grind size yang seperti ini, brew time tidak perlu berlama-lama. Makanya, hanya butuh waktu beberapa detik saja untuk membuat espresso yang enak. Sebaliknya, kopi yang di-grind kasar lebih cocok untuk diseduh clever dripper atau french press dengan brew time yang lebih lama.

2. Temperatur Air

Temperatur Air
Temperatur Air

Temperatur air tentunya memiliki peran penting dalam proses ekstraksi yang terjadi pada kopi. Terkadang penikmat kopi tidak peduli dengan temperatur air, banyak yang beranggapan yang terpenting menyeduh kopi menggunakan air panas. Padahal untuk mendapatkan cita rasa kopi yang nikmat dibutuhkan ekstraksi yang ideal.

Pernahkah kamu mencoba menyeduh minuman instan dalam kemasan sachet? Misalkan susu bubuk deh, tentunya jika susu bubuk tersebut diseduh menggunakan air dingin, maka yang terjadi adalah susu bubuk tersebut tidak larut. Dan yang perlu kamu ketahui disini adalah semakin rendah temperatur, kemampuan air untuk melarutkan sesuatu semakin berkurang.

Ini terjadi juga terhadap kopi, apabila kamu menyeduh kopi dengan air yang terlalu dingin, maka akan lebih sedikit sari-sari kopi yang bakal larut. Ingat istilah under-extraction yang sudah disinggung diawal kan? Untuk itulah mengenal ekstraksi kopi sangat perlu diketahui para brewers supaya bisa mendapatkan karakter kopi yang diinginkan.

Temperatur yang ideal akan berbeda-beda tergantung dari metode yang digunakan dan kopinya itu sendiri. Sangat di rekomendasikan untuk memulai dengan temperatur antara 92-96 derajat celcius karena bisa dibilang temperatur itu adalah yang paling “aman”. Selalu ingat rasa yang identik dengan over dan under-extraction. Dengan begitu kamu bisa bereksperimen untuk mencari tahu temperatur mana yang ideal untuk kamu.

3. Rasio Air Terhadap Kopi

Tidak ada yang namanya “magic ratio” yang baik untuk semua metode seduh di luar sana. Perlu di ketahui bahwa tidak ada yang namanya “magic ratio” yang baik untuk semua metode seduh di luar sana. Skenarionya begini: kamu mau menyeduh dua cangkir kopi dengan jumlah air yang sama, yaitu 250 gram air.

Bedanya, cangkir pertama mempunyai 10 gram kopi, sedangkan yang kedua 50 gram. Artinya, cangkir pertama punya rasio 1:25 dan yang kedua 1:5. Dengan kopi yang lebih sedikit dan air yang terlalu banyak, cup yang pertama akan menghasilkan kopi yang weak. Di cup kedua, dalam jumlah air yang sama, terdapat larutan kopi yang lebih banyak, sehingga kopi tersebut akan jauh lebih kuat dibanding yang pertama.

Setelah itu dapat kamu identifikasi dengan tekstur yang kamu rasakan di mulut kamu. Apakah kopi tersebut terlalu lemah sampai terasa watery? Atau terlalu strong sehingga terasa sangat kental. Coba mulai dengan rasio antara 1:15-1:17. Ini adalah rasio yang biasa gunakan dan tidak berlaku untuk semua kopi.

Ujung-ujungnya, rasa adalah yang terpenting dari kopi. Kuncinya, kamu harus mencoba semua kopi, dari yang enak, yang sangat enak, bahkan yang tidak enak. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk bisa mendefinisikan kopi yang ideal menurutmu.

Jangan takut juga untuk bereksperimen dengan semua parameter diatas, walaupun di awal, kamu akan menemukan yang namanya trial and error. Tapi, begitu sudah berhasil, kami jamin kamu bakal dapat kepuasan tersendiri dan yang terpenting, segelas kamu yang nikmat.

Baca juga: Bagaimana Kopi Dibuat? Yuk Intip Proses Pembuatannya

Untuk mendapatkan ekstraksi kopi yang maksimal disetiap proses hasil akhir seduhan kopi yang nikmat, tergantung dengan kopi yang kita gunakan. Taman Dleta Indonesia menyediakan berbagai jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *